Pages

Saturday, February 16, 2013

Membangun Mimpi di Emperan Kantin


Ciptakan karya seni dalam lingkungan agamis --- demikian komunitas kecil kami diantarkan kehadapan mata pembaca Koran Jakarta terbitan rabu (13/2/2013) kemarin dalam salah satu headline rubriknya. Pandorasquad, komunitas kecil kami, yang kami lebih senang menyebutnya sebagai tongkrongan  tempat ngumpul  anak-anak (penggemar) seni visual dari kampus UIN Jakarta, baru saja genap berusia 3 tahun saat liputan di Koran Jakarta tersebut dimuat full-page alias satu halaman penuh. Tentu jadi kebanggaan tersendiri buat kami, dan punya arti yang tidak kecil. Bagaimana tidak? Semenjak awal dicetuskan, komunitas ini sangat mendambakan mahasiswa-mahasiswi hobbyist (pelaku berbasis minat / kegemaran) seni grafis dikampus yang rata-rata notabene otodidak, dapat juga jadi partisipan yang produktif dalam dunia kreatif dan kesenian serta mendapat apresiasi luas. Yap, cita-cita yang susah-susah gampang tapi menyenangkan dan pantas untuk diperjuangkan menurut kami. 

Sejauh tiga tahun berjalan, kami secara rutin terus menggalakkan tradisi "One Week One Work" a.k.a OWOW untuk terus menstimulus daya kreasi dan olah pikiran dalam berkarya. Juga aktif ber-SKSD ( sok kenal sok deket ) ke UKM kampus kami untuk jadi "juru selamat" perkara desain dan material visual untuk event-event yang mereka kerjakan,  supaya kami punya medan perang  nyata untuk uji kemampuan, sekalipun waktu berperang  seringkali harus merasakan ketar-ketir karena kita bukan "jagoan" betulan, baru "kepingin jadi jagoan", hahaha. Dan sebagai barternya, umumnya kami minta ruang untuk mengadakan pameran kecil-kecilan yang include dalam rangkaian event yang mereka adakan.

Ya, dengan pameran, walau kecil, tapi adalah wahana berharga bagi kami untuk menampakkan kehadiran kami dan dengan begitu khalayak ramai kampus pun mengenal kami sedikit demi sedikit. Dan satu-satunya jalan yang mungkin untuk melakukan pameran dikampus, karena alasan finansial dan yang terutama adalah legalitas, --- bahwa kami bukan unit kegiatan resmi kampus yang tidak punya akses untuk memasukkan izin kegiatan resmi dengan fasilitas kampus --- maka kami harus memanfaatkan keadaan sekitar, lewat keagiatan-kegiatan UKM tadi misalnya.

Dipandu oleh mimpi, kami dituntun terus untuk membuka jalan-jalan selanjutnya. Prinsipnya, jalani saja dengan senang hati, seperti kata pepatah "energy flows where attention goes". Dimulai dari lagak "kepingin jadi jagoan", akhirnya bikin kami merasa harus punya mental jagoan betulan. Mental jagoan untuk mewujudkan mimpi manis (macam judul sinetron). --- Pelan-pelan mulai terasa manfaatnya.

Dalam kurun 2010 sampai 2012, Pandorasquad telah berupaya memenuhi impiannya untuk membawa diri berpartisipasi di kancah dunia kreatif dan kesenian. Kumpul komunitas Akademi Samali 2010, Pameran Karya Tugas Akhir Mahasiswa DKV (TUAI) 2010, Urban Fest 2011, hingga Ajang Apresiasi Desainer Muda Nirmana Award 2012 telah menjadi ruang-ruang yang dihinggapi Pandorasquad untuk menggelar artwork exhibition, mempresentasikan diri didepan banyak komunitas, dan berbagi aksi bersama antar komunitas dan penggiat lainnya.

Liputan Koran Jakarta tentang Pandorasquad ini juga dapat dibaca online disini

Tongkrongan  kecil kami, memang kecil, dan sederhana. Nongkrong  secara rutin tiap hari kamis diemperan kantin bernama CafĂ© Cangkir di tengah kompleks kampus 1 UIN Jakarta. Kami mulai ngumpul   jam 4 sore, --- atau kadang sedikit ngaret --- saat jam tutup kantin dan jam perkuliahan pun umumnya sudah usai, sambil membentangkan sebuah standing banner bergambar logo kami  yang disandarkan di teralis kantin. Kami kumpul mulai untuk sharing, bahas "kerjaan", sampai cuma sekedar saling temu kangen sambil duduk manis bahas gosip terkini :D

Hingga saat ini, di pandorasquad telah berkumpul hobyist-hobyist dari kalangan mahasiswa UIN Jakarta dengan macam-macam latar belakang minat --- desain grafis, digital imaging / manipulation, ilustrasi, kaligrafi, fotografi, sampai street art. Dari keragaman itu, kami punya peluang tanpa batas untuk bereksplorasi secara kolektif untuk terus mengasah daya kreasi. Sungguh anugerah.

Untuk sejenak kami bisa mengela nafas puas, karena cita-cita dan perjuangan teman-teman semua ternyata berbuah manis --- apresiasi. Ya, apresiasi.

Perjalanan masih panjang, dan tidak akan berakhir. Karena yang namanya akhir itu sama saja dengan ketiadaan. Kami mau terus ada dan berjalan. Terus nongkrong. Terus mengobrol. Terus berbuat sesuatu. Terus, dan terus.



Kumpul dan sharing komunitas di Akademi Samali, 2010

Artwork Exhibition di acara Psycho Celebration, peringatan tahunan
HUT Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Community presentation di acara TUAI - pameran tugas akhir mahasiswa DKV di
FX Sudirman, Jakarta, 2011

Urban Exhibition: Artwork Exhibition & Community Participation bersama 50 komunitas lainnya pada
Urban Fest: Come to Unity, It's Time to Unity, Pasar Seni Ancol, Jakarta, 2011

Creative project partner untuk UIN Fashion Fair 2012

Ajang apresiasi desainer muda, Nirmana Award, Senayan City 2012, bersama Jogjaforce (Jogja),
Pensil kertas (Bandung), WPAP Indonesia, Perikertas, dan komunitas-komunitas kreatif lainnya.


----


If she's amazing, she won't be easy. 
If she's worth it, you wont give up. 
If you give up, you're not worthy.
~Bob Marley


Tuesday, January 22, 2013

Blues All the Time

Ilustrasi untuk package mini album band Pirates Radio, "Blues All the Time", digarap pertengahan tahun 2012 lalu.


Sunday, January 13, 2013

2012: Javanism

Ilustrasi-ilustrasi sepanjang 2012, yang saya terjemahkan dari beberapa kisah tradisional Jawa.

Sutasoma

Pertiwi
Jatayu
Ken Dedes












Cakil

Wednesday, January 2, 2013

Petakumpet, masih ingat?


Hong-pim-pa alaihum gambreng...

Serta merta sekelompok anak menunjuk sambil ketawa ceria kearah salah satu diantara mereka yang mendapat giliran jaga, setelah bersama mengundi untuk giliran tersebut. Mereka pun berhamburan seraya sang penjaga mulai menutup mata dan menghitung dari 0 sampai 50, atau 100, atau lebih. Mereka berhamburan mencari tempat sembunyi disekitaran area yang disepakati bersama, tempat yang sesulit-sulitnya ditemukan agar sang penjaga kesulitan tujuh keliling mencarinya.



Petakumpet WIP
Setelah selesai menghitung, si penjaga pun mulai seksama memeriksa setiap tempat, sambil mengawasi lokasi tempat ia menghitung tadi, karena tidak ada yang boleh sampai mendahuluinya menyentuh tempat itu sambil mengucapkan nama pemain yang bersembunyi, untuk menandakan bahwa ia telah menemukan seorang pemain --- setelah ia menyingkap tempat persembunyiannya tentu saja.


Petakumpet, masih ingat permainan ini? :)